GpYoGfM7BSA6BSAlTUY0BUG0TY==
Breaking
Hot News

Tujuh Buku HPN 2026 Diluncurkan di Serang, Tegaskan Literasi dan Masa Depan Pers

Tujuh buku diluncurkan di HPN 2026 Serang, menegaskan literasi pers dan peran Akhmad Munir dalam jurnalistik.
Ukuran huruf
Print 0

HPN 2026 Serang peluncuran tujuh buku jurnalistik bersama Akhmad Munir
HPN 2026 di Serang luncurkan 7 buku karya wartawan, mulai dari biografi hingga kearifan lokal Baduy. Momentum ini menjadi simbol penguatan literasi dan integritas pers di tengah disrupsi digital. (Sumber: PWI | Foto: PWI)

Serang, MIMBARBANGSA.COM
Peluncuran tujuh buku HPN 2026 di Kota Serang menegaskan bahwa pers Indonesia tidak hanya berbicara soal kecepatan berita, tetapi juga kedalaman gagasan, literasi, dan tanggung jawab sejarah. Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimaknai lebih luas sebagai ruang refleksi dan penguatan intelektual wartawan di tengah derasnya arus disrupsi digital dan kecerdasan buatan.

Acara peluncuran buku digelar di Ballroom Hotel Aston, Kota Serang, Minggu (8/2/2026), dan menjadi bagian resmi rangkaian HPN 2026 Banten. Tujuh buku yang diperkenalkan menghadirkan spektrum luas wajah pers Indonesia—mulai dari biografi tokoh pers, refleksi profesionalisme jurnalistik, hingga pengangkatan kearifan lokal dan kekayaan budaya daerah.

Peluncuran ini mendapat perhatian luas karena dua di antaranya secara khusus mengangkat identitas lokal Banten, yakni kehidupan masyarakat adat Baduy dan kuliner tradisional daerah. Kehadiran karya-karya tersebut mempertegas peran pers sebagai penjaga ingatan kolektif, pencatat dinamika sosial, sekaligus jembatan antara modernitas dan nilai-nilai lokal.

Adapun tujuh buku yang diluncurkan meliputi Langkah Sunyi Menuju Puncak, Belajar Mencintai dari Kearifan Baduy, Wajah Pers Indonesia Kini dan Esok, Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro, Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025, Jojorong, Kuliner Tradisional Khas Banten, serta Panggil Saya Tommy. Setiap judul merepresentasikan sudut pandang berbeda tentang pers, budaya, dan perjalanan intelektual wartawan Indonesia.

Buku Langkah Sunyi Menuju Puncak menjadi sorotan karena memuat biografi Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, yang menggambarkan perjalanan personal dan profesional seorang wartawan hingga berada di puncak kepemimpinan organisasi pers nasional. Buku ini tidak hanya merekam jejak karier, tetapi juga nilai, ketekunan, dan konsistensi dalam menjaga marwah profesi.

Akhmad Munir menilai peluncuran tujuh buku tersebut mencerminkan keberagaman wajah pers Indonesia. Menurutnya, pers tidak boleh terjebak pada rutinitas produksi berita harian semata, melainkan harus terus memperkaya diri dengan literasi dan refleksi mendalam.

Di tengah tantangan disrupsi digital dan kemunculan kecerdasan buatan, Munir menegaskan bahwa kualitas tulisan tetap menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap media. Kecepatan informasi, kata dia, tidak akan bermakna tanpa kedalaman analisis dan integritas penulisnya.

“Kepercayaan publik lahir dari karya yang ditulis dengan pengetahuan, empati, dan tanggung jawab. Buku-buku ini adalah bukti bahwa wartawan PWI terus berpikir jauh ke depan,” ujar Akhmad Munir, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Ia menambahkan, literasi merupakan benteng terakhir pers di tengah banjir informasi instan yang kerap minim verifikasi dan konteks. Wartawan, lanjut Munir, harus tetap berpegang pada nurani dan etika profesi, meskipun teknologi terus berkembang pesat.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi nurani, integritas, dan kualitas tulisan wartawan tidak boleh ditinggalkan. Literasi adalah benteng terakhir pers,” tegasnya.

Peluncuran tujuh buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik bukan semata adu cepat, melainkan juga soal ketajaman analisis, kedalaman makna, serta tanggung jawab moral terhadap sejarah dan masa depan bangsa. Dalam konteks ini, buku menjadi medium penting untuk merekam proses, pemikiran, dan nilai-nilai yang tidak selalu tertampung dalam format berita harian.

Keberhasilan penyelenggaraan HPN 2026 di Banten juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Sejumlah sponsor nasional turut berkontribusi, di antaranya Artha Graha Peduli, Artha Graha Network, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina (Persero), GAPKI, Triputra Group, PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN (Persero), Harita Nickel, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT Freeport Indonesia.

Dukungan juga datang dari EMTEK, Bank Mandiri, BNI, BTN, Telkom Indonesia, Pegadaian, Jamkrindo, Indofood Sukses Makmur, Bank Syariah Indonesia, Taspen, Pelindo, Sinar Mas Land, Bank BJB, Nestle Indonesia, Sido Muncul, CIMB Niaga, Kompas.id, KAI, BPJS Kesehatan, Askrindo, serta Pupuk Kalimantan Timur.

Redaksi Mimbar Bangsa memandang peluncuran tujuh buku ini sebagai langkah strategis dan inspiratif untuk menguatkan tradisi literasi di kalangan wartawan. Di tengah perubahan lanskap media yang cepat, upaya menjaga kedalaman berpikir dan kualitas tulisan patut diapresiasi sebagai investasi jangka panjang bagi kredibilitas pers Indonesia.


Tujuh Buku HPN 2026 Diluncurkan di Serang, Tegaskan Literasi dan Masa Depan Pers
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin