Pemuda Kepulauan Batu Serukan Kelangkaan BBM, Minta Presiden hingga Pemda Segera Bertindak
NIAS SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pemuda dan masyarakat dari tujuh kecamatan di kawasan kepulauan tersebut mendesak pemerintah serta pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Selain menghadapi kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat juga mengeluhkan harga LPG 3 kilogram yang disebut-sebut telah mencapai sekitar Rp85.000 per tabung di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut semakin memperberat beban ekonomi masyarakat yang selama ini hidup di daerah kepulauan dengan biaya distribusi yang tinggi.
Tokoh pemuda Kepulauan Batu, Arianus Sarumaha, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan BBM telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya nelayan dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Menurutnya, sekitar 90 persen masyarakat Kepulauan Batu menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan sebagai nelayan maupun pelaut. Ketika BBM sulit diperoleh dan harganya terus meningkat, biaya operasional melaut ikut melonjak sehingga pendapatan masyarakat semakin tertekan.
“BBM merupakan kebutuhan utama masyarakat kepulauan. Jika harganya mahal dan pasokannya terbatas, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan terganggu. Kami berharap ada solusi cepat dan nyata demi keberlangsungan ekonomi rakyat,” ujar Arianus kepada MimbarBangsa.com, Selasa (2/6/2026).
Wilayah Kepulauan Batu sendiri meliputi tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Barat, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Utara, Kecamatan Hibala, Kecamatan Tanah Masa, dan Kecamatan Simuk.
Masyarakat menilai persoalan energi di wilayah kepulauan tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa. Kelangkaan BBM dan tingginya harga LPG berdampak berantai terhadap biaya hidup, harga kebutuhan pokok, aktivitas transportasi laut, hingga keberlangsungan usaha masyarakat.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak meminta perlakuan khusus. Mereka hanya berharap memperoleh hak yang sama sebagai warga negara, yakni akses terhadap BBM dan LPG yang tersedia, mudah diperoleh, serta dijual sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat solusi yang mampu menjawab persoalan tersebut secara menyeluruh. Karena itu, mereka berharap aspirasi ini mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Bobby Nasution, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, DPRD Nias Selatan, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan segera menghadirkan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan BBM dan LPG di Kepulauan Batu. Sebab tanpa dukungan energi yang memadai, masyarakat kepulauan akan terus menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat di tengah tingginya biaya hidup dan ketidakpastian pasokan energi. (Faudunasokhi Bawamenewi)
Posting Komentar