Jenazah Prajurit Siswa TNI AD Yang Meninggal di Rindam I/BB Dipulangkan ke Nias Barat Usai Autopsi
Pematangsiantar, MIMBARBANGSA.COM — Jenazah prajurit siswa TNI Angkatan Darat (TNI AD), GGG (21), yang meninggal dunia saat menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) I/Bukit Barisan (I/BB) Pematangsiantar, Sumatera Utara, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Nias Barat usai menjalani proses autopsi, Selasa (21/7/2026).
Prosesi pemulangan jenazah dilakukan dari Ruang Instalasi Forensik RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar. Jenazah diberangkatkan sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan ambulans Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan pengawalan satu unit kendaraan Provost Polisi Militer (PM).
Sejumlah pejabat turut hadir dalam pelepasan jenazah, di antaranya Komandan Denpom I/1 Pematangsiantar Letkol Haru Prabowo, Komandan Rindam I/BB Brigjen Abdul Razak Rangkuti, Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik, serta perwakilan keluarga almarhum.
Perwakilan keluarga, Khari Halawa, mengatakan jenazah dipulangkan ke rumah duka sesuai permintaan keluarga agar seluruh kerabat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
"Sesuai dengan permintaan keluarga, supaya keluarga dapat bertemu dengan mendiang ini di rumah mereka," ujar Khari Halawa kepada awak media di Ruang Forensik RSUD dr. Djasamen Saragih.
Ia menjelaskan, rumah duka berada di wilayah Kabupaten Nias Barat, tepatnya di kawasan antara Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Moro'o. Menurutnya, perjalanan menuju kampung halaman diperkirakan memakan waktu hingga Rabu pagi.
GGG diketahui lahir pada 2 November 2005 dan meninggal dunia pada 20 Juli 2026. Almarhum merupakan anak kedua dari delapan bersaudara dan berasal dari Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.
Ia tercatat sebagai siswa Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang baru memulai pendidikan di kompleks Rindam I/Bukit Barisan sejak pembukaan pendidikan pada 16 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jasad GGG ditemukan pada Senin (20/7/2026) di kawasan Rindam I/BB, Jalan Argasari, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi.
Proses autopsi dilaporkan selesai pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga kini, hasil resmi autopsi masih belum diterbitkan.
Khari Halawa menyampaikan bahwa keluarga memperoleh informasi awal yang menyebut korban diduga meninggal karena gantung diri. Namun, ia menegaskan informasi tersebut belum dapat dipastikan karena keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara resmi.
Ia juga menyebut informasi sementara yang diterima keluarga mengindikasikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, pihak keluarga memilih mengajukan autopsi guna memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian.
"Hasilnya belum, menunggu sekitar 14 hari. Keluarga meminta dilakukan autopsi supaya diketahui penyebab kematiannya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Komandan Denpom I/1 Pematangsiantar Letkol Haru Prabowo belum bersedia memberikan keterangan resmi. “Belum, masih dalam proses penyidikan. Nanti ada konferensi pers,” ucap Letkol Haru singkat kepad awak media pada Senin (20/7/2026) malam di halaman Forensik dr.Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Sampai berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya prajurit siswa tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/1 Pematangsiantar. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai hasil penyelidikan maupun hasil autopsi.
Redaksi Mimbar Bangsa mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik yang akan disampaikan secara resmi oleh instansi berwenang. Mengedepankan informasi yang terverifikasi merupakan langkah penting agar pemberitaan tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Posting Komentar