Aksi Solidaritas "Demo" Untuk Agnis Jance Zebua Akan Digelar 23 Juni 2026
![]() |
| Poster ajakan aksi demonstrasi Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan dan Keadilan Kepulauan Nias yang dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Kota Gunungsitoli pada 23 Juni 2026. |
Gunungsitoli, MIMBARBANGSA.COM — Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan dan Keadilan Kepulauan Nias mengajak masyarakat untuk mengikuti aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, di Alun-Alun Kota Gunungsitoli. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai kemanusiaan sekaligus dorongan agar proses penyelidikan terkait Agnis Jance Zebua dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Ajakan mengikuti aksi tersebut disebarluaskan melalui poster yang beredar di tengah masyarakat. Dalam poster itu, penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan dan keadilan, sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pihak penegak hukum.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam poster, peserta aksi akan berkumpul di Alun-Alun Kota Gunungsitoli mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut mengusung semangat keterbukaan informasi dan pengawalan terhadap proses penegakan hukum yang dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak Kapolres Nias beserta jajaran penyidik untuk membuka hasil penyelidikan, perkembangan kasus, serta motif pelaku secara transparan kepada keluarga korban dan masyarakat luas. Menurut penyelenggara, keterbukaan informasi dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Selain itu, poster aksi juga menyoroti pentingnya penggunaan pembuktian ilmiah dalam proses penyidikan. Penyelenggara meminta agar penyelidikan didukung dengan metode forensik, balistik, tes DNA, serta analisis rekaman CCTV sehingga kronologi dan motif peristiwa dapat dibuktikan secara sah dan akurat.
Tidak hanya berhenti pada dugaan pelaku, massa aksi juga mendorong agar penyidik mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun rangkaian peristiwa yang sedang diselidiki. Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari harapan masyarakat agar seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus dapat terungkap secara menyeluruh.
Tuntutan lain yang disampaikan adalah permintaan agar penyidik segera menemukan dan menelusuri keberadaan telepon genggam milik korban. Menurut penyelenggara aksi, perangkat tersebut dinilai berpotensi menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan fakta.
Gerakan tersebut juga meminta adanya keterlibatan maupun pengawasan dari lembaga eksternal. Dalam poster disebutkan sejumlah pihak seperti Komnas HAM, Kompolnas, Komisi III DPR RI, tokoh masyarakat, dan kalangan akademisi untuk turut memantau jalannya proses penyidikan agar berlangsung objektif dan akuntabel.
Di tengah berkembangnya perhatian publik terhadap kasus tersebut, aksi yang direncanakan berlangsung di Gunungsitoli diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi secara damai dan tertib. Poster yang beredar juga memuat sejumlah pesan yang menekankan pentingnya transparansi, pengungkapan fakta secara tuntas, serta keadilan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan dan Keadilan Kepulauan Nias menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan bentuk kepedulian warga terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan penegakan hukum. Melalui kegiatan tersebut, mereka berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional, terbuka, dan mampu memberikan kepastian bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.

Posting Komentar