GpYoGfM7BSA6BSAlTUY0BUG0TY==
Breaking
Hot News

Kronologi Lengkap Tewasnya Restant Naso Dakhi Saat Cek Gangguan Listrik PLN

Kronologi tragis meninggalnya Petugas PLN Restant Naso Dakhi saat cek listrik padam di jalur Maniamolo–Lolowau.
Ukuran huruf
Print 0

Kronologi tragis meninggalnya Petugas PLN Restant Naso Dakhi saat cek listrik padam di jalur Maniamolo–Lolowau.

Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM
– Upaya perbaikan listrik padam di jalur Kecamatan Maniamolo – Kecamatan Lolowau berujung tragedi setelah Petugas Yantek PLN ULP Teluk Dalam, Restant Naso Dakhi, meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa, Senin (24/11/2025) malam. Kejadian tragis itu berlangsung saat hujan deras melanda wilayah Nias Selatan sekitar pukul 22.00 WIB, membuat jalur distribusi listrik dipenuhi risiko.

Menurut Manajer PLN ULP Teluk Dalam, Mukhlis Suhada, kejadian bermula ketika warga melaporkan listrik padam di beberapa titik jalur Maniamolo–Lolowau. Restant Naso Dakhi ditugaskan untuk menelusuri sumber gangguan. Tanpa menunggu lama, ia bergerak menggunakan sepeda motor dinas untuk mengecek jaringan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.

Sekitar pukul 22.10 WIB, Restant memasuki jalur yang berbatasan dengan wilayah pemukiman dan perkebunan kelapa. Kondisi di lapangan kala itu sangat terbatas: hujan lebat, jarak pandang minim, serta angin kencang yang membuat pepohonan terus bergoyang. Meski demikian, Restant tetap melanjutkan tugasnya karena listrik padam berdampak pada banyak rumah warga.

Saat berhenti di sebuah titik yang diduga dekat jalur distribusi jaringan listrik, Restant mulai melakukan pengecekan visual terhadap kabel dan kondisi lingkungan sekitar. Namun ancaman datang tiba-tiba. Sebuah pohon kelapa berukuran besar yang tumbuh tak jauh dari lokasi pemeriksaan roboh akibat terpaan angin kuat. Batang pohon jatuh tepat ke arah Restant dan menghantam tubuhnya beserta sepeda motor.

Benturan keras tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.15–22.20 WIB. Tak ada waktu bagi korban untuk menghindar. Restant tergeletak tak bergerak di lokasi. Kondisi hujan deras dan minim penerangan membuat warga baru mengetahui kejadian itu beberapa menit kemudian.

Sekitar pukul 22.35 WIB, laporan warga masuk ke Kantor PLN ULP Teluk Dalam. Tim respons darurat segera diturunkan bersama personel Polres Nias Selatan dan sejumlah masyarakat setempat. Ketika tiba di lokasi, mereka mendapati Restant Naso Dakhi sudah tidak bernyawa. Dari hasil pantauan langsung di lapangan, korban dinyatakan meninggal di tempat akibat benturan fatal pohon kelapa.

Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi cuaca yang belum membaik. Dengan bantuan masyarakat, jenazah korban dibawa menuju Rumah Sakit Stella Maris Teluk Dalam guna menjalani visum. Setelah pemeriksaan medis selesai, almarhum dipulangkan ke rumah keluarga di Desa Hilimaenamolo, Kecamatan Maniamolo, untuk disemayamkan.

Manajer PLN ULP Teluk Dalam, Mukhlis Suhada, menyampaikan duka mendalam atas kehilangan salah satu petugas terbaiknya.
“Restant adalah petugas yang disiplin, rajin, dan sigap. Peristiwa ini menjadi refleksi bagi kami untuk memperketat SOP lapangan, terlebih saat kondisi alam ekstrem,” tuturnya.

Redaksi MIMBAR BANGSA menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Restant Naso Dakhi. Semoga dedikasi beliau di lapangan menjadi teladan bagi seluruh petugas garda depan, serta menjadi peringatan penting bahwa keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama dalam penanganan gangguan publik.


Kronologi Lengkap Tewasnya Restant Naso Dakhi Saat Cek Gangguan Listrik PLN
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin