Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM — Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut langsung kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dalam rangka peresmian Jembatan Bailey di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026). Penyambutan berlangsung khidmat dengan prosesi adat Nias Selatan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu kehormatan negara.
Kedatangan Kasad di lokasi kegiatan disambut oleh Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia bersama Wakil Bupati Yusuf Nache serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan TNI di wilayah terdampak bencana.
Dalam prosesi penyambutan, Bupati Sokhiatulo Laia secara langsung menyematkan pakaian adat kebesaran Nias Selatan berupa rompi adat (Barugere) lengkap dengan kalung kebesaran Kalabubu kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Penyematan tersebut merupakan simbol penghormatan tertinggi dalam tradisi masyarakat Nias kepada tamu besar yang dianggap berjasa dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
Prosesi adat tersebut menjadi momen penuh makna yang menegaskan hubungan erat antara masyarakat Nias Selatan dengan TNI, khususnya dalam membantu pemulihan daerah yang sempat terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Boronadu.
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Bailey yang dibangun oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan di Desa Sifalago Gomo. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Sifalago Gomo dengan Desa Balohili Gomo yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang sehingga akses masyarakat sempat terputus.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat di berbagai wilayah Indonesia merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat, terutama di daerah yang terdampak bencana alam.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini ratusan jembatan telah dibangun oleh TNI dan masih banyak yang sedang dalam proses pengerjaan di berbagai daerah.
“Sudah jadi 220 sebetulnya per hari ini, sudah jadi di seluruh Indonesia. Di wilayah bencana 145 jembatan sudah jadi. Kalau akan dibangun, sekarang yang berproses ada 1.076 jembatan, jadi setiap hari ada saja yang jadi, jembatan ini,” ujar Kasad.
Jembatan Bailey yang diresmikan memiliki panjang sekitar 33 meter dan lebar 3,65 meter dengan kapasitas angkut hingga 10 ton. Struktur jembatan dilengkapi papan lantai serta balok pengapit yang dirancang untuk memastikan keamanan masyarakat saat melintas, terutama saat debit air sungai meningkat.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel Zidam I/Bukit Barisan dan Yonzipur 1/DD dengan dukungan Kodim 0213/Nias. Proses pengerjaan dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai peralatan konstruksi guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Dalam sambutannya, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat serta kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Nias Selatan, khususnya di wilayah Boronadu yang sebelumnya sering terdampak banjir.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat karena tidak lagi harus menyeberangi sungai yang berisiko, terutama saat musim hujan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan kepada Bapak Kasad atas perhatian yang begitu besar kepada daerah kami. Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak lagi khawatir menghadapi banjir ataupun melintasi sungai, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” ujar Sokhiatulo Laia.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jembatan sangat penting bagi daerah kepulauan seperti Nias Selatan, karena akses transportasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan diresmikannya jembatan tersebut, konektivitas antar desa di Kecamatan Boronadu diharapkan semakin baik dan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak bencana.
Redaksi Mimbar Bangsa menilai sinergi antara Pemerintah Pusat, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil patut diapresiasi. Kehadiran jembatan ini bukan hanya membuka akses jalan, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih aman dan sejahtera.

0Komentar