Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM — Di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Kepala SMKN 1 Boronadu, Genius Meiman Jaya Telaumbanua, S.Pd., secara terbuka menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat dan siswa Boronadu. Aspirasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Wapres di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (21/12/2025).
Penyampaian aspirasi itu disaksikan langsung oleh puluhan siswa dan guru SMKN 1 Boronadu, Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Momen tersebut menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat pendidikan dan pemerintah pusat.
Dalam pemaparannya, Kepala SMKN 1 Boronadu menegaskan bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial ekonomi warga. Ia menyebutkan, kondisi sekolah yang ada saat ini membutuhkan perbaikan serius bahkan pembangunan gedung baru agar proses belajar-mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Selain sarana sekolah, kebutuhan rumah dinas guru juga menjadi sorotan. Menurutnya, banyak tenaga pendidik yang harus menempuh jarak jauh dengan kondisi akses terbatas, sehingga memengaruhi efektivitas dan keberlanjutan pelayanan pendidikan.
Masalah listrik yang kerap padam hampir setiap hari turut disampaikan secara lugas. Gangguan listrik dinilai berdampak langsung terhadap kegiatan belajar, penggunaan perangkat praktik kejuruan, hingga aktivitas warga di luar jam sekolah.
Tak kalah penting, Kepala SMKN 1 Boronadu juga menyoroti kondisi jalan raya dari Gomo menuju Boronadu yang masih memerlukan pembangunan dan perbaikan. Jalan tersebut merupakan akses utama mobilitas siswa, guru, serta distribusi barang dan jasa masyarakat.
“Akses pendidikan, listrik, dan jalan sangat menentukan masa depan anak-anak kami,” ungkap Kepala SMKN 1 Boronadu di hadapan Wapres.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan persetujuan dan komitmen penuh. Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Gibran menilai apa yang disampaikan Kepala Sekolah mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar permintaan administratif. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan dan dasar harus berjalan seiring agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga kembali menegaskan rencana pembangunan jembatan gantung di Sungai Gomo sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah terisolasinya empat desa saat debit sungai meningkat.
Didampingi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Gibran meminta pemerintah daerah menyiapkan data teknis dan perencanaan agar proses tindak lanjut dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Negara harus hadir langsung di tempat-tempat seperti ini, mendengar dan bertindak,” tegas Gibran.
Redaksi MIMBARBANGSA.COM memandang dialog langsung antara kepala sekolah dan Wakil Presiden ini sebagai contoh praktik baik dalam perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan nyata. Diharapkan, seluruh komitmen yang telah disetujui dapat segera direalisasikan demi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Boronadu, Nias Selatan.

0Komentar