ACEH, MIMBARBANGSA.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai prioritas nasional. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi darurat yang menimpa ratusan ribu warga dan merusak berbagai fasilitas vital. Langkah ini menandai pengerahan penuh sumber daya negara untuk memastikan keselamatan masyarakat serta pemulihan daerah yang terdampak.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh lembaga pemerintah pusat hingga daerah wajib bersikap ekstra responsif, terutama dalam proses penyelamatan korban, distribusi logistik, serta pemulihan layanan dasar seperti listrik, air, transportasi, hingga komunikasi. Pemerintah memastikan Dana Siap Pakai (DSP) tersedia dan dapat digunakan segera tanpa hambatan birokrasi sehingga setiap kebutuhan kritis dapat langsung dipenuhi.
Pemerintah pusat juga memastikan bahwa bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan harian untuk perempuan dan anak-anak dikirimkan secepat mungkin melalui semua jalur transportasi yang tersedia. “Tidak boleh ada penundaan. Bantuan harus tiba secepat mungkin,” demikian instruksi Presiden kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait.
Untuk memastikan akses bantuan tidak terganggu oleh kondisi darurat lapangan, lebih dari 50 helikopter gabungan dikerahkan untuk pengangkutan logistik melalui udara. Helikopter ini berasal dari TNI, Basarnas, serta unit swasta yang siap membantu operasi kemanusiaan. Di beberapa wilayah pesisir dan pulau terluar, pengiriman logistik ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal TNI dan mitra swasta.
Sementara itu, tim teknis dari PLN dan TNI sedang memperbaiki tower listrik yang roboh, dengan target operasional paling lambat dua hari ke depan di wilayah terdampak terparah. Pemerintah memastikan tambahan pasokan BBM segera dikirim melalui jalur darat, laut, maupun udara untuk menjamin mobilitas alat berat, ambulans, kendaraan evakuasi, dan suplai logistik.
Situasi akses darat juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Di Aceh Tamiang, jalur Medan – Aceh Tamiang telah kembali dapat dilalui sejak 2 Desember, memungkinkan suplai logistik masuk lebih cepat. Mobilisasi bantuan dari berbagai titik kini dapat dilakukan tanpa hambatan besar sebagaimana hari-hari pertama pascabencana.
Selain penanganan darurat, Presiden Prabowo memerintahkan evaluasi dan investigasi menyeluruh terkait penyebab bencana. Pemerintah menegaskan bahwa identifikasi sumber masalah sangat penting untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan strategi mitigasi bencana lebih efektif ke depan.
Situasi di Aceh dan wilayah sekitarnya masih terus dipantau. Pemerintah mengajak semua elemen masyarakat menjaga ketertiban, tidak menyebarkan informasi palsu, serta mengikuti arahan petugas lapangan. Upaya pemulihan dipastikan akan terus berlanjut hingga seluruh layanan publik kembali normal.
Redaksi MIMBAR BANGSA menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, relawan, dan masyarakat yang bergotong royong membantu pemulihan daerah terdampak. Kami mendorong pemerintah pusat dan daerah menjaga konsistensi respons cepat, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh bantuan menjangkau masyarakat paling membutuhkan tanpa pengecualian.
0Komentar