Kakan Kemenag Fadlin Gea Hadiri Paskah GPI, Tekankan Nilai Persaudaraan dan Harmoni Masyarakat Nias Selatan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd
Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM — Perayaan Paskah GPI Nias Selatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi momentum penting memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan umat beragama di tengah masyarakat majemuk.
Ribuan jemaat memadati Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, Minggu (12/4), dalam perayaan Paskah Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga panggung kebersamaan lintas sektor yang mencerminkan harmoni sosial yang terus dijaga.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd, hadir langsung dalam perayaan tersebut. Kehadirannya bersama jajaran Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, Anggota DPR RI Komisi X, Pdt. Drs. Sabam Sinaga, Ketua Umum GPI Rev. Dr. M.H. Siburian, bersama tim serta Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Syukur Zai, S.Pd.K., M.Pd, menegaskan sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga keagamaan.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sejak awal kegiatan. Jemaat yang hadir mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khidmat, mencerminkan makna Paskah sebagai perayaan kemenangan atas kebangkitan Yesus Kristus yang sarat nilai spiritual.
Dalam sambutannya, Fadlin Gea mengajak seluruh umat untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menekankan bahwa Paskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan anugerah yang harus disyukuri dalam suasana damai dan penuh kebahagiaan.
“Perayaan ini adalah momentum untuk memperkuat iman serta memperdalam makna kehidupan spiritual kita,” ujarnya di hadapan jemaat.
Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Paskah kepada seluruh umat Kristiani, dengan harapan perayaan ini membawa kedamaian, sukacita, serta memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai Paskah perlu diinternalisasi dalam tindakan nyata.
Lebih jauh, Fadlin menegaskan bahwa Paskah mengandung makna mendalam tentang pengorbanan, kasih, harapan, dan kemenangan atas penderitaan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, ia menilai pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati sebagai fondasi utama persatuan. “Kebersamaan seperti ini harus terus dirawat agar kehidupan sosial tetap harmonis,” tegasnya.
Kementerian Agama, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk menjadi pengayom seluruh umat beragama. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program pembinaan dan pelayanan keagamaan yang inklusif serta berkeadilan.
Tidak hanya itu, Kementerian Agama juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan, termasuk dalam bidang pendidikan. Menurut Fadlin, pendidikan agama yang baik akan membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berintegritas.
“Kami memastikan seluruh pemeluk agama mendapatkan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan masing-masing,” tambahnya.
Perayaan ini sekaligus menjadi refleksi penting bagi masyarakat untuk terus memperkuat nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kasih dan kepedulian yang menjadi inti Paskah diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Di akhir sambutannya, Fadlin Gea mengajak seluruh umat menjadikan semangat Paskah sebagai pendorong untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan damai. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Perayaan Paskah GPI Nias Selatan tahun ini tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga representasi kuat dari kebersamaan dan toleransi yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Posting Komentar