News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Festival Budaya Maniamolo Fest 2026 Hadir Lebih Unik dan Meriah

Festival Budaya Maniamolo Fest 2026 Hadir Lebih Unik dan Meriah


Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM —
Pemerintah Desa Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, mulai mempromosikan pelaksanaan Maniamolo Festival Budaya 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 21 Juni 2026. Event budaya tahunan tersebut dipastikan hadir lebih meriah dengan konsep adat yang lebih kental dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Desa Hilisimaetano, Formil Dachi, mengatakan Maniamolo Fest tahun ini akan menjadi momentum besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Nias kepada masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar daerah.

Menurutnya, festival yang kini telah memasuki tahun kelima itu bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan agenda budaya yang membawa misi pelestarian adat sekaligus promosi wisata daerah.

“Maniamolo Fest tahun ini kami buat berbeda. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan suasana adat dan budaya Nias secara utuh,” ujar Formil Dachi saat ditemui di Kantor Desa Hilisimaetano pada hari Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, pembukaan festival nantinya akan dikemas melalui prosesi Adat Fa’orahu dengan menghadirkan unsur Fasi'ulu dan Fasi’ila dari berbagai wilayah adat di kawasan Teluk Dalam lama.

Seluruh tokoh adat direncanakan tampil menggunakan pakaian tradisional lengkap sesuai identitas budaya masing-masing desa. Konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik utama sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

“Budaya harus terus kita hidupkan. Kalau tidak dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda, lama-lama bisa hilang,” katanya.

Kades Hilisimaetano, Formil Dachi

 Selain prosesi adat, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya, tarian tradisional, musik daerah, hingga atraksi khas yang melibatkan masyarakat dan generasi muda seperti lomba Lompat Batu.

Panitia bahkan merancang konsep unik dengan menghadirkan atribut budaya berupa Laeru atau kain adat yang akan dikenakan pengunjung selama festival berlangsung. Atribut tersebut nantinya disiapkan di pintu masuk area acara sebagai bagian dari nuansa budaya yang ingin dibangun.

Tak hanya menjadi ajang hiburan, Maniamolo Fest juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan festival, aktivitas usaha warga diprediksi meningkat, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga penjualan produk UMKM lokal.

Formil Dachi menyebut, antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan sejak masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, perhatian publik terhadap Maniamolo Fest semakin besar.

“Tahun ini Maniamolo Fest kembali masuk dalam rangkaian event nasional KEN. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nias Selatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan festival budaya tersebut juga ikut mendorong perkembangan Desa Hilisimaetano. Dari yang sebelumnya berstatus desa tertinggal, kini desa tersebut berhasil berkembang hingga menjadi desa maju.

Menurutnya, kemajuan itu tidak lepas dari pemanfaatan dana desa yang diarahkan untuk pembangunan masyarakat, pelestarian budaya, pengembangan wisata, hingga pemberdayaan generasi muda.

Selain promosi budaya, pemerintah desa juga mulai membenahi berbagai fasilitas penunjang demi kenyamanan pengunjung. Akses jalan menuju lokasi festival terus diperbaiki, fasilitas umum ditata, dan homestay masyarakat disiapkan untuk menampung tamu dari luar daerah.

Saat ini, terdapat sejumlah homestay aktif yang siap digunakan wisatawan selama event berlangsung. Bahkan masyarakat setempat juga siap membuka rumah mereka apabila terjadi lonjakan pengunjung.

“Kami ingin tamu merasa nyaman berada di sini. Masyarakat juga sudah kami ingatkan bahwa tamu adalah raja dan harus dihormati,” tegasnya.


 

Di akhir penyampaiannya, Formil Dachi mengajak masyarakat Nias, diaspora Nias, pegiat budaya, hingga wisatawan untuk datang langsung menyaksikan Maniamolo Festi 2026.

Ia juga berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media sosial dan komunitas budaya, agar festival tersebut semakin dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan melihat langsung kekayaan budaya Nias yang hampir punah. Mari bersama-sama melestarikan budaya daerah kita,” pungkasnya.

Redaksi Mimbar Bangsa menilai Maniamolo Festival Budaya 2026 bukan hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga simbol kebangkitan budaya lokal yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Nias Selatan. (Walas)

Tags

Langganan Gratis

Masukkan E-Mail aktif Anda di bawah ini dan dapatkan berbagai info baru dari kami.

Posting Komentar