Nico Septian Butar Butar Pimpin Aksi 1000 Lilin untuk Agnis Jance Zebua di Medan
Medan, MIMBARBANGSA.COM — Nico Septian Butar Butar memimpin Aksi Solidaritas 1000 Lilin untuk Agnis Jance Zebua di Bundaran SIB Kota Medan, Sabtu (27/6/2026) sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap penanganan perkara yang hingga kini masih menyita perhatian publik. Melalui aksi damai tersebut, Nico menyerukan agar aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum dan menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada keluarga korban maupun masyarakat.
Di bawah koordinasi Nico, ratusan peserta aksi berkumpul membawa lilin yang dinyalakan sebagai simbol harapan agar kebenaran segera terungkap. Suasana yang berlangsung khidmat dipenuhi doa bersama serta seruan moral agar proses penegakan hukum berjalan profesional, objektif, dan berkeadilan.
Dalam orasinya, Nico menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kepastian hukum dalam setiap perkara yang menjadi perhatian publik.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan kasus yang sedang berjalan. Karena itu, keterbukaan informasi dan profesionalisme aparat penegak hukum dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
"Ini bukan sekadar aksi seremonial. Ini adalah suara hati masyarakat yang menuntut kejelasan dan kepastian hukum. Jangan biarkan keadilan berjalan di tempat sementara keluarga korban terus menunggu jawaban," tegas Nico di hadapan peserta aksi.
Nico juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengawal proses hukum dengan cara yang damai dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung tegaknya supremasi hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara GMNI Kota Medan, Melinus Ndruru, menyampaikan bahwa seluruh warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum yang setara tanpa diskriminasi.
Ia menilai pertanyaan masyarakat mengenai perkembangan suatu perkara merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum agar berjalan sebagaimana mestinya.
"Ketika masyarakat mempertanyakan perkembangan sebuah perkara, itu bukan bentuk perlawanan terhadap hukum, melainkan bentuk kepedulian agar hukum benar-benar bekerja untuk rakyat. Kami berharap aparat penegak hukum menunjukkan komitmen dan profesionalisme dalam mengungkap kasus ini," ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua GMN Bersatu Sumatera Utara, Harefali Giawa. Ia menyebut aksi 1000 lilin merupakan gerakan kemanusiaan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses hukum tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Menurut Harefali, perjuangan memperoleh keadilan merupakan hak setiap warga negara sehingga kepedulian publik terhadap kasus Agnis Jance Zebua merupakan bentuk tanggung jawab moral bersama.
Sementara itu, praktisi hukum Hendra Prasetyo Hutajulu, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya proses hukum agar tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menunjukkan profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga proses penanganan perkara memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan penyalaan lilin sebagai simbol harapan. Cahaya lilin yang memenuhi lokasi aksi menjadi pengingat bahwa harapan akan tegaknya keadilan tidak boleh padam.
Di akhir kegiatan, Nico kembali mengingatkan bahwa perjuangan masyarakat bukan ditujukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan mendorong agar penegakan hukum berlangsung secara transparan dan memberikan kepastian kepada keluarga korban maupun masyarakat luas.


Posting Komentar