Agnis Jance Zebua di Mata Guru BK: Siswi Berprestasi, Jujur, Disiplin, dan Tak Pernah Bermasalah
Nias Utara, MIMBARBANGSA.COM — Di tengah masih berlangsungnya proses penyidikan atas kematian Almarhumah Agnis Jance Zebua yang hingga kini belum terungkap, berbagai kesaksian mengenai sosoknya semasa hidup terus bermunculan. Salah satunya datang dari Yulimardin Zalukhu, Guru Bimbingan Konseling (BK) sekaligus pengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMK Negeri 1 Alasa Talumuzoi.
Bagi Yulimardin, Agnis bukan sekadar peserta didik. Ia adalah sosok siswi yang meninggalkan kesan mendalam karena karakter, prestasi, dan sikapnya selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Kepada MimbarBangsa.com, Yulimardin mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Agnis sejak pertama kali diterima sebagai peserta didik di SMK Negeri 1 Alasa Talumuzoi.
"Benar, Almarhumah Agnis Jance Zebua adalah peserta didik saya di SMK Negeri 1 Alasa Talumuzoi. Saya mengenalnya sejak pertama kali masuk di sekolah ini," ujarnya saat dikonfirmasi tim MimbarBangsa.com pada hari Rabu (1 Juli 2026)
Aktif di Kelas dan Tidak Segan Bertanya
Sebagai guru BK sekaligus pengajar PPKn, Yulimardin cukup sering berinteraksi dengan Agnis dalam kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, Agnis merupakan siswi yang aktif mengikuti pelajaran dan tidak ragu bertanya apabila ada materi yang belum dipahaminya.
"Dalam proses belajar mengajar, Agnis selalu aktif, memberikan respons terhadap materi yang disampaikan, dan tidak sungkan bertanya apabila ada pelajaran yang belum dipahami," katanya.
Sikap tersebut, menurutnya, menunjukkan semangat belajar yang tinggi serta keinginan Agnis untuk terus berkembang.
Dikenal Jujur, Disiplin, dan Menghargai Semua Orang
Di mata Yulimardin, karakter Agnis merupakan salah satu hal yang paling membekas dalam ingatannya.
Ia menggambarkan Agnis sebagai pribadi yang jujur, disiplin, santun, ramah, dan mampu menjalin hubungan baik dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
"Sejak masuk di SMK Negeri 1 Alasa Talumuzoi, karakter Agnis sangat baik. Ia jujur, disiplin, menghargai teman maupun guru, serta ramah kepada semua orang tanpa memandang suku ataupun etnis," ungkapnya.
Menurutnya, Agnis juga dikenal bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan dan selalu berusaha menyelesaikannya dengan baik.
"Ia selalu bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan dan tugas yang diberikan kepadanya. Agnis juga tekun mengikuti proses belajar mengajar," tambahnya.
Juara Kelas dan Memiliki Kemampuan Berbicara yang Baik
Tidak hanya dikenal memiliki kepribadian yang baik, Agnis juga mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan.
Yulimardin mengatakan bahwa Agnis merupakan salah satu siswi berprestasi yang pernah meraih peringkat pertama di kelas. Selain itu, ia juga dikenal memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan percaya diri saat menyampaikan pendapat.
"Prestasi akademiknya sangat baik. Agnis pernah meraih ranking satu di kelas dan memiliki kecakapan berbicara yang baik. Ia termasuk siswa yang vokal dalam menyampaikan pendapat," jelasnya.
Sempat Terlihat Mengantuk Sebelum Meninggal
Meski mengenal Agnis sebagai pribadi yang ceria dan aktif, Yulimardin mengaku sempat melihat perubahan kecil pada diri siswinya itu menjelang peristiwa yang merenggut nyawanya.
Menurutnya, perubahan tersebut hanya terlihat dari kondisi fisik Agnis yang tampak mengantuk saat mengikuti pelajaran.
"Satu perubahan yang saya lihat sebelum Agnis meninggal adalah ia terlihat mengantuk pada saat proses belajar mengajar," tuturnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa selama menjadi guru Agnis, siswi tersebut tidak pernah menyampaikan persoalan pribadi yang sedang dihadapinya.
"Agnis tidak pernah menyampaikan masalah yang ia hadapi, baik yang berkaitan dengan keluarga, teman, maupun masyarakat," katanya.
Tidak Pernah Berkonflik di Sekolah
Yulimardin juga memastikan bahwa sepanjang pengamatannya, Agnis tidak pernah terlibat konflik dengan teman-temannya di lingkungan sekolah.
"Sejauh pengamatan saya, Agnis tidak pernah memiliki konflik dengan teman di sekolah," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya hampir setiap hari bertemu dengan Agnis di sekolah. Sementara komunikasi terakhir terjadi sekitar dua hari sebelum peristiwa tragis tersebut, saat dirinya mengajar di kelas Agnis.
Sekolah Terkejut Mendengar Kabar Duka
Kabar meninggalnya Agnis, menurut Yulimardin, menjadi pukulan berat bagi keluarga besar SMK Negeri 1 Alasa Talumuzoi.
Meskipun saat itu sekolah sedang memasuki masa libur, kabar tersebut membuat para guru dan warga sekolah merasa sangat terkejut sekaligus berduka.
"Ketika mendengar informasi bahwa Agnis telah meninggal dunia, kami semua merasa sedih dan kaget," ungkapnya.
Berharap Kasus Diungkap Secara Transparan
Di akhir keterangannya, Yulimardin berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus kematian Agnis secara profesional, transparan, dan berlandaskan hukum yang berlaku.
"Saya berharap kasus kematian Almarhumah Agnis Jance Zebua dapat mengungkap siapa pelakunya secara transparan, tanpa intimidasi dari pihak mana pun, serta tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," harapnya.
Ia juga menyampaikan pesan penguatan kepada keluarga Agnis agar tetap tabah menghadapi cobaan yang sedang dialami.
"Kepada keluarga almarhumah Agnis Jance Zebua, saya turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kiranya keluarga tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan, diberikan kekuatan, kesabaran, serta penghiburan dalam menghadapi duka yang mendalam ini. Saya percaya Tuhan akan memberikan jalan terbaik dan keadilan pada waktu-Nya," tutupnya.
Kesaksian Yulimardin Zalukhu menambah potret tentang sosok Agnis Jance Zebua semasa hidup. Di mata guru yang membimbingnya, Agnis dikenang sebagai siswi berprestasi, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta tidak pernah terlibat persoalan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, keluarga dan masyarakat masih menantikan terungkapnya fakta hukum atas kematian Agnis melalui proses penyidikan yang objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Walas)

Posting Komentar