GpYoGfM7BSA6BSAlTUY0BUG0TY==
Breaking
Hot News

Jakarta Gempar! Kejagung Sita Hotel Mewah di Setiabudi Terkait Dugaan TPPU Kasus Sritex

Kejagung menyita Hotel Ayaka Suites di Jakarta Selatan terkait TPPU kasus Sritex; langkah pemulihan aset untuk negara.
Ukuran huruf
Print 0

Hotel Ayaka Suites yang disita Kejaksaan Agung terkait pengembangan kasus TPPU Sritex.
Hotel Ayaka Suites yang disita Kejaksaan Agung terkait pengembangan kasus TPPU Sritex. (Foto: Ist)

𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚, MIMBARBANGSA.COM — 
Aparat penegak hukum dari Kejaksaan Agung (Kejagung) R.I. kembali mengambil tindakan tegas dalam rangka pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pada Kamis malam, 11 Desember 2025, tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) bersama Satgas Pemulihan Aset melakukan penyitaan terhadap aset berupa Hotel Ayaka Suites yang berada di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Penyitaan ini terkait langsung dengan dugaan praktik TPPU yang bermula dari kasus korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang menyeret sejumlah nama penting di dalamnya. 

Menurut keterangan resmi Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, aset hotel tersebut disita demi mendukung proses hukum dan menjamin kepentingan pembuktian serta pemulihan kerugian negara melalui optimalisasi pengelolaan aset sitaan. Tim penyidik menemukan ada dugaan kuat keterkaitan langsung maupun tidak langsung antara Hotel Ayaka Suites dengan aliran dana hasil TPPU yang diduga dikendalikan oleh tersangka Iwan Kurniawan Lukminto (IKL), salah satu figur kunci dalam perkara ini. 

Langkah penyitaan itu dilakukan dengan pemasangan plang sita pada area Hotel Ayaka Suites, mengikuti ketentuan hukum yang berlaku sekaligus memastikan aset tersebut tidak berpindah tangan sebelum proses peradilan rampung. Anang menegaskan tindakan itu merupakan bagian integral dari proses penegakan hukum yang dilakukan Kejagung terhadap pelaku dugaan TPPU dan tindak pidana asal korupsi pemberian kredit bank yang melibatkan Sritex.

Latar Belakang Kasus dan Perkembangannya

Kasus ini bermula dari dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT Sritex oleh sejumlah lembaga perbankan. Penyidikan kemudian berkembang ke arah kemungkinan pencucian uang yang dilakukan lewat berbagai aset milik tersangka, termasuk properti bernilai tinggi. Kejagung telah menetapkan IKL sebagai tersangka dalam perkara TPPU tersebut dan melakukan penyitaan sejumlah aset sebagai bagian dari proses hukum dan pemulihan kerugian negara. 

Sejumlah upaya pemeriksaan saksi dari kalangan internal Hotel Ayaka Suites juga telah dilakukan sebelumnya oleh tim penyidik, sebagai bagian dari pengembangan bukti dan upaya memperkuat pembuktian di pengadilan. Hal ini mencerminkan tekad penegak hukum untuk mengurai benang kusut antara dugaan praktik korupsi pemberian kredit dan aliran dana yang diduga dicuci melalui aset-aset produktif.

Dampak dan Reaksi Publik

Penyitaan hotel bernilai komersial tinggi ini menjadi sorotan tajam masyarakat dan kalangan hukum karena menyangkut upaya pemulihan aset negara sekaligus pesan keras kepada pelaku korupsi dan pencucian uang bahwa hukum akan berjalan tanpa pandang bulu. Sejumlah pihak melihat langkah Kejagung sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum ekonomi dan pemberantasan kejahatan korporasi.

Namun, sebagian kalangan juga menilai perlu ada transparansi lebih lanjut terkait mekanisme pengelolaan aset sitaan agar tidak merugikan kepentingan negara ataupun pihak ketiga yang sah. Diskusi seperti ini menggambarkan dinamika kompleks dalam menangani kasus kejahatan ekonomi besar di tanah air.

Redaksi MIMBAR BANGSA — Saran & Apresiasi

Redaksi menyampaikan apresiasi atas langkah tegas yang diambil oleh Kejaksaan Agung dalam menangani perkara ini. Penyitaan Hotel Ayaka Suites dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat kepastian hukum dan pemulihan kerugian negara. Ke depan, diharapkan proses hukum tetap berjalan transparan dan adil, serta memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan ekonomi sehingga menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum nasional.

Penulis: Walas 

 

 

 

Jakarta Gempar! Kejagung Sita Hotel Mewah di Setiabudi Terkait Dugaan TPPU Kasus Sritex
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin