GpYoGfM7BSA6BSAlTUY0BUG0TY==
Breaking
Hot News

Kerja Sama Energi RI–China Menguat, Eddy Soeparno Sambut Kedatangan Wang Huning

Wang Huning tiba di Jakarta, disambut Eddy Soeparno. Pertemuan strategis bahas kerja sama energi terbarukan dan penguatan posisi RI–China di BRICS.
Ukuran huruf
Print 0

Eddy Soeparno menyambut Wang Huning di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta

Jakarta, MIMBARBANGSA.COM
Ketua Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) atau setingkat Ketua MPR Republik Rakyat China, Wang Huning, melakukan rangkaian kunjungan resmi ke Indonesia. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (4/12/2025), sebagai tanda penguatan hubungan strategis kedua negara di berbagai sektor, terutama energi terbarukan.

Dalam keterangannya, Eddy Soeparno menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan besar terhadap hasil pertemuan Wang Huning dengan para pimpinan lembaga tinggi negara di Indonesia.
“Selamat datang di Indonesia Ketua MPR Republik Rakyat Tiongkok Y.M Wang Huning. Semoga kunjungan ini memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok dalam berbagai kebijakan dan pembangunan,” ujar Eddy.

Selama berada di Jakarta, Wang Huning dijadwalkan bertemu pimpinan DPR, MPR, DPD, serta Presiden RI Prabowo Subianto. Agenda ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan energi antara dua negara yang kini sama-sama tergabung dalam BRICS.

China dan Indonesia: Arah Baru Kemitraan Energi

Eddy menilai sektor energi menjadi ruang kerja sama paling strategis di tengah upaya global melakukan percepatan transisi menuju sumber energi bersih.
“Saat ini China merupakan negara dengan pembangunan sistem energi terbarukan terbesar di dunia, terutama tenaga surya dan angin,” jelas Eddy.

Menurutnya, meskipun China masih memiliki ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara, lompatan pembangunan energi hijau di negara tersebut sangat signifikan. China diproyeksikan menambah kapasitas energi terbarukan hingga 793 GW pada 2025, naik dari 717 GW pada 2024.
“Pencapaian ini menunjukkan keseriusan China dalam menggeser ketergantungan energi fosil,” lanjutnya.

Eddy memandang langkah China tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen mempercepat transisi energi guna mencapai tujuan dekarbonisasi pada 2060 atau lebih cepat. Kesamaan visi inilah yang dinilai menjadi fondasi kokoh untuk memperdalam kerja sama strategis antarnegara.

Peluang Investasi dan Penciptaan Green Jobs

Dalam penjelasannya, Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia itu menekankan bahwa Indonesia membutuhkan investasi besar dalam pengembangan energi terbarukan, terutama karena transisi menuju energi bersih berpotensi memperluas penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan (green jobs).

“Sebagai negara yang sama-sama sedang berupaya beralih ke energi bersih, Indonesia dan China bisa bekerja sama dalam berbagai ruang kebijakan. Mulai dari investasi pengembangan energi terbarukan hingga riset teknologi rendah karbon,” ungkap Eddy.

Kerja sama ini juga diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan pengembangan industri baterai yang menjadi kunci keberlanjutan kendaraan listrik di Indonesia.

Penguatan Posisi Indonesia di BRICS

Eddy menekankan bahwa momentum pertemuan dengan Wang Huning harus menjadi titik akselerasi diplomasi ekonomi Indonesia di BRICS.
“Peluang kerja sama ekonomi dengan China maupun di BRICS harus diambil Indonesia untuk memperluas pasar ekspor sekaligus strategi diversifikasi komoditas perdagangan,” tegasnya.

Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara tujuan tertentu dan memperluas potensi ekonomi baru di pasar negara berkembang (emerging economies).
Ia menilai langkah ini bukan hanya strategis, tetapi juga menjadi terobosan penting untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam peta ekonomi global.

Pendamping Delegasi dan Agenda Diplomatik

Dalam kunjungannya, Wang Huning didampingi oleh Dubes RI untuk Republik Rakyat China, Djauhari Oratmangoen, serta Dubes China untuk Indonesia, Wang Lutong. Kehadiran para diplomat senior ini menjadi bukti kuat bahwa kedua negara memandang serius arah kemitraan jangka panjang yang sedang dibangun.

Kerja Sama Energi RI–China Menguat, Eddy Soeparno Sambut Kedatangan Wang Huning
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin