News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gempa M7,6 Guncang Bitung Picu Tsunami Kecil, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Gempa M7,6 Guncang Bitung Picu Tsunami Kecil, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Info gempa bumi yang berpotensi tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara dari BMKG

Jakarta, MIMBARBANGSA.COM —
Bitung Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah kawasan pesisir dan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, dengan kedalaman 62 kilometer. Kekuatan gempa yang signifikan membuat guncangan terasa kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan wilayah sekitarnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa sistem peringatan dini mendeteksi adanya gelombang tsunami meski dalam skala kecil. Di Halmahera Barat, tinggi gelombang tercatat sekitar 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB, sementara di Kota Bitung terdeteksi sekitar 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.

Meski tergolong rendah, BNPB menegaskan kondisi ini tetap harus diwaspadai. Potensi gelombang susulan masih terbuka, terutama mengingat aktivitas tektonik pascagempa yang masih berlangsung.

“Gelombang memang relatif kecil, tetapi masyarakat tetap harus waspada karena potensi susulan bisa saja terjadi,” tegas Abdul Muhari.

Selain Bitung, getaran gempa juga dirasakan hingga Kota Ternate, Maluku Utara. Di wilayah ini, warga dilaporkan panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Situasi sempat menegangkan, terutama di kawasan permukiman padat.

BNPB mencatat, hingga pukul 07.00 WIB, telah terjadi dua gempa susulan dengan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap memperkuat kekhawatiran masyarakat.

Dampak awal mulai teridentifikasi, khususnya di Kota Ternate. Tercatat satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan, serta dua rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara itu, kondisi di Kota Bitung masih dalam tahap pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Petugas terus melakukan monitoring lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan darurat masyarakat terdampak.

BNPB juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Warga diminta untuk tidak mendekati pantai dan tetap menjauhi kawasan rawan hingga ada pernyataan resmi bahwa kondisi telah aman.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dalam situasi darurat seperti ini, arus informasi yang tidak akurat berpotensi memperburuk kepanikan publik.

Kejadian gempa ini kembali menjadi pengingat penting bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan rawan gempa karena aktivitas lempeng tektonik yang tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.

BNPB bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk kemungkinan gempa susulan maupun dampak lanjutan yang mungkin timbul.

Tags

Langganan Gratis

Masukkan E-Mail aktif Anda di bawah ini dan dapatkan berbagai info baru dari kami.

Posting Komentar