GpYoGfM7BSA6BSAlTUY0BUG0TY==
Breaking
Hot News

Bupati Nias Selatan Pantau Jembatan Bailey Boronadu Usai Penyerahan SK PPPK

Bupati Sokhiatulo Laia pantau Jembatan Bailey Boronadu usai penyerahan SK PPPK Paruh Waktu Nias Selatan bersama TNI.
Ukuran huruf
Print 0

Nias Selatan, MIMBARBANGSA.COM — Usai menyerahkan 629 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, di Gereja NKP Orsif Gomo, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia langsung bergerak memantau pembangunan Jembatan Bailey Boronadu, Kamis (29/1/2026). Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah memastikan akses vital masyarakat kembali terhubung pasca viralnya kerusakan jembatan tersebut di media sosial.

Dalam agenda lapangan itu, Bupati Sokhiatulo Laia didampingi Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf. Sampe T. Butar Butar, serta jajaran teknis dari TNI Angkatan Darat. Kehadiran pimpinan daerah dan unsur TNI menunjukkan sinergi konkret antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

Jembatan Bailey Boronadu menjadi perhatian publik setelah kondisinya rusak parah dan memutus akses transportasi warga. Isu ini bahkan sempat viral secara nasional hingga menarik perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, sebelumnya telah meninjau langsung lokasi tersebut dan menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan solusi cepat bagi masyarakat Boronadu dan sekitarnya.

Dalam kunjungan Wapres ke Boronadu, sebagaimana diberitakan MIMBARBANGSA.COM sebelumnya, Gibran menekankan bahwa negara tidak boleh abai terhadap penderitaan masyarakat akibat terputusnya infrastruktur dasar. Ia meminta agar pembangunan jembatan darurat segera direalisasikan sebagai solusi cepat, sembari menyiapkan rencana jangka panjang pembangunan jembatan permanen.

Menindaklanjuti komitmen tersebut, KASAD melalui Direktorat Pasukan Jasa (Dir Pasjasa) Pusziad menurunkan dukungan teknis dan personel. Kolonel Czi Bambang Prasetyo, S.E., selaku penanggung jawab di lapangan, menjelaskan langsung kepada Bupati Nias Selatan terkait spesifikasi teknis jembatan yang sedang dibangun.

“Jembatan Bailey ini bersifat sementara. Namun dengan perencanaan dan pemasangan yang tepat, jembatan ini mampu bertahan antara 10 hingga 15 tahun,” ujar Kolonel Bambang dalam bincang singkat di lokasi pembangunan.

Ia menambahkan, jembatan tersebut dirancang sebagai solusi darurat namun tetap memenuhi standar keselamatan untuk menunjang aktivitas masyarakat, khususnya mobilitas ekonomi dan distribusi logistik di wilayah Boronadu.

Sementara itu, Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Sampe T. Butar Butar menegaskan bahwa ketahanan jembatan sangat bergantung pada perawatan berkala. Menurutnya, selama pemeliharaan dilakukan secara rutin dan sesuai standar, Jembatan Bailey Boronadu mampu menahan beban kendaraan hingga 15 ton.

“Jika dirawat dengan baik dan dilakukan pengawasan berkala, jembatan ini cukup aman dan kuat untuk mendukung aktivitas masyarakat,” jelas Dandim.

Dari pantauan Media MimbarBangsa.com di lapangan, progres pembangunan Jembatan Bailey Boronadu tampak telah memasuki tahap awal yang krusial. Sejumlah personel terlihat melakukan persiapan pondasi dan abutment, yakni pembuatan sandaran utama di kedua sisi tepi sungai. Struktur ini berfungsi menahan beban jembatan dan memastikan kestabilan konstruksi, yang pada tahap awal memanfaatkan bronjong serta elemen pendukung lainnya.

Selain itu, material besi-besi kerangka Jembatan Bailey juga telah tersedia dan tertata di sekitar lokasi pembangunan. Keberadaan komponen utama tersebut menandakan bahwa proses perakitan jembatan siap dilanjutkan ke tahap berikutnya, seiring dengan rampungnya pekerjaan pondasi dan penyangga utama.

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas kecepatan dan ketanggapan TNI dalam merealisasikan janji pemerintah pusat kepada masyarakat Boronadu. Ia menilai kerja cepat di lapangan menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah persoalan rakyat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI yang bergerak cepat dan responsif. Apa yang dijanjikan oleh Wakil Presiden kini mulai terwujud di lapangan. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi demi kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Sokhiatulo Laia.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat segera memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi warga, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang direncanakan ke depan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan TNI agar infrastruktur strategis di Nias Selatan mendapat perhatian berkelanjutan.

Redaksi Mimbar Bangsa menilai langkah cepat pemerintah daerah bersama TNI dalam menangani persoalan Jembatan Boronadu patut diapresiasi. Sinergi lintas sektor seperti ini perlu dijaga agar pembangunan infrastruktur tidak hanya bersifat reaktif, tetapi berkelanjutan dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Bupati Nias Selatan Pantau Jembatan Bailey Boronadu Usai Penyerahan SK PPPK
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin